Mengapa Indonesia Rawan Bencana….???

Jumat, 02 Oktober 2009


Secara umum bumi telah memiliki tiga lapisan utama, yaitu lapisan kerak, lapisan mantel, dan inti bumi. Kerak bumi (crust) merupakan lapisan terluar yang tipis dan padat. Masing-masing kerak bumi memiliki ketebalan bervariasi, dengan ketabalan rata-rata 50-60 km. Kerak bumi paling tipis tebalnya sekitar 8 km, dan paling tebal terdapat di bawah deretan pegunungan besar dengan ketebalan rata-rata sampai sekitar 150 km.

Adapun Mantel adalah lapisan di bawah kerak bumi yang memiliki kandungan besi dan magnesium sehingga kondisinya lebih padat. Bagian mantel paling atas bersifat padat dan bersama kerak membentuk litosfer. Karena sifatnya padat dan rapuh, litosfer terpecah-pecah menjadi lempeng tektonik.
Semakin dalam bumi, temperaturnya semakin panas sehingga mantel bagian bawah menjadi bersifat plastis (semi cair) dan disebut sebagai astenosfer. Bebatuan yang berada di dalam inti bumi ini juga ikut panas, sehingga batu-batu tersebut mudah terlipat, tertekan, meregang serta mengalir dengan mudah tanpa mengalami patah (facture). Lempeng yang terbentuk oleh material dan ringan dan padat (litosfer) seolah mengambang di atas astenosfer, meskipun lebih berat namun dapat mengalir.

Sedangkan bagian tengah bumi adalah inti bumi. Inti bumi terbentuk dari perpaduan besi-nikel dan memiliki densitas (rapat masa) yang sangat besar, dengan kerapatan sekitar 5 kali densitas batuan di permukaan bumi. Inti bumi terdapat dua bagian, yaitu: inti luar yang bersifat cair dan inti bagian dalam bersifat padat. Untuk menjaga keseimbangan, Bumi akan mengalami perubahan secara dinamis. Proses dinamis inilah bumi kemudian membangun proses internal yang ditunjukkan dengan fenomena pergerakan kulit bumi, pembentukan gunung api, pengangkatan daerah dataran menjadi pegunungan serta pembentukan palung samudera. Sedangkan proses eksternalnya dilakukan dengan adanya angin, hujan, iklim yang kemudian menyebabkan terjadinya pelapukan, erosi maupun abrasi. Kedua faktor itu akan terus terjadi, dan inilah kemudian menjadi factor terjadinya bencana baik gempa bumi, , letusan gunung, angin puting beliung, maupun tsunami.

Mengapa Indonesia Rawan Bencana ?

sumber peta http://pubs.usgs.gov

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang posisinya berada pada pertemuan 4 lempeng tektonik, yaitu lempeng Euro Asia di bagian Utara, lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Samudera Pasifik di bagian Timur dan Lempeng Filipina. Fenomena rangkaian gunung api aktif sepanjang Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara terjadi karena lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke Utara dengan lempeng Euro-Asia yang bergerak ke Selatan. Hal ini terlihat dengan adanya sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari ujung pulau Sumatera, bagian Selatan Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi yang di atasnya terdapat sekitar 500 gunung api aktif di sepanjang sabuk vulkanik itu. Keberadaan inilah yang kemudian menempatkan Indonesia sebagai Negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat luar-biasa, namun konsekuensinya juga sekaligus memiliki kerawanan yang sangat besar dalam bencana alam, baik letusan gunung, gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dll.

Dipublikasikan oleh
www.freearticleknowledge.blogspot.com
Sumber:
Pusat Mitigasi Bencana ITB, & Muhammadiyah, Buku Pegangan Guru: Pendidikan Siaga Bencana, 2008.
http://id.wikipedia.org
http://pubs.usgs.gov

0 komentar:

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP